Misteri Boneka Stitch

Hari ini Reza danIlham berjumpa Rangga kembali untuk membahas problem tempo hari. Tidak lupa iamengajak Boneka Wisuda Murah asistennya yakni Rafael serta Morgan

Diruang tamumereka membahas ini.

“Jadi, begini. Sesudah gue susuri nyatanya boneka stich itu ada sejarahnya dimasalalu. ”

“Maksudnya? “ Reza

Screenshot_8.png

“Kurang tau jugasih, yang gue simak yaitu bayangan anak kecil yang disiksa oleh ayahnyadimasalalu. Hingga sekarang ini gue juga belum juga ngerti. ”

“Jadi, bonekastich itu ada hubungannya sama anak kecil yang disiksa hingga dibunuh samaayahnya sendiri. Dimana-mana anak kecil itu gapernah terlepas sama boneka itu. Hingga saat ia dibunuhpun, boneka itu masih tetap setia dipelukannya. Bener begitukan, Ngga yang lo simak? ” Morgan

Rangga mengangguk

“Tuhkan, telah gueduga bila boneka itu miliki misteri. Ahh takut jadinya. ” Reza

“Ilham? daritadidiem saja, selalu ngeliatin Rangga nya sampai ambisius gitu. Mengapa? ” Rafaelangkat bicara. Semuanya melirik Ilham beitupun Rangga. Ia memandang Ilham aneh

“Ahh, tidak kok! Kan dia sekali lagi narasi mengenai boneka itu, yaa gue dengarkan lah.. ” Ilham

“Ohh.. kirain.. yaudah lanjutin ceritanya.. ”

“Eh, iya! Daritadi belum juga disediain minum ya? Agar gue ambilin deh. Padamau minum apa? ” Ilham menawarkan

“Apa saja deh. ”

“Oke sebentaryaa! ”

Ilham pergikedapur, rangga memerhatikan kepergian Ilham dengan berprasangka buruk. dia seperti bukanIlham yang tempo hari ia jumpai. “Dia aneh. ” Rangga

“Aneh mengapa? ”Tanya Reza

“Eh! Ngga, gajadi. ”

“Oh.. Oiya, guepermisi ke toilet bentar yaa! Di sini dahulu gak apa-apa kan? ” Reza

“Iya, gak apa-apa. ”

Reza pergi, tinggalah Rangga, Morgan serta Rafael disitu.

“Eh.. eh.. coklatgue mana ya ngomong-ngomong? ” Rafaell heran karna umumnya coklat itu takpernah tidak hadir dari tangannya

“Dimobil kali. ”Sahut Morgan

“Ohh iya! Yaudahdeh gue ambillah dahulu. Temanin yuk, Gan! ”bujuk Rafael

“Alay lo, Raf. Demikian doang dianterin! ” Rangga

“Yee.. bodo, Udahyuk, Gan. Anterin.. ”

Mereka berdua pergikeluar. Saat ini tinggalah Rangga sendiri diruang tamu itu. Tidak lama, Ilham datangdengan membawa nampan berisikan minuman

“Makasih yaa, ham. ” Rangga

“Ngga problemkok, ” balas Ilham dengan senyuman terpaksa

Rangga meminumminumannya tetapi Ilham jadi menatapnya dengan tatapan sinis.

Rangga curigadengan Ilham, ia juga merogoh suatu hal dari kantung celananya lalu..

JEPRET!!!

Rangga memphotoIlham. Ia ambil photo Ilham yang tengah demikian, “Lo apa apaan sich, Ngga! Gasopan banget! ” Ilham

Camera yang Ranggagunakan bukanlah camera umum. Rangga lalu lihat hasil gambar yang ia potrettadi. Ia tutup mulutnya. Begitu kagetnya ia waktu ia lihat bukanlah muka Ilhamyang tampak di sana tetapi sosok makhluk yang beda. “Lo siapa?!! ”Rangga, ia mulai beranjak dari duduknya

Ilham menunduk, saat ia mendongak kembali, berwajah beralih jadi sosok anak kecil yangRangga saksikan di ilusinya. Lalu ia beralih jadi dewasa. “Aku, anak kecilyang kamu maksud. ”

Butuh kalianketahui kalau sosok yang Rangga saksikan yaitu sosok Pemuda dengan Tinggi yangsama dengan Rangga, namun berwajah tampak pucat, putih sekali. Lingkaran hitamterlihat terang di sekitar matanya. Di bagian kepalanya juga ada parang yangmasih menancap serta Darah yang mengalir keluar dari kepalanya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s